231182-face-to-face

Saya memulai tulisan ini karena sedang galau, galaunya sih masih tingkat kecamatan, tapi gendoknya sudah tingkat kabupaten sepertinya,

” Ya udah nanti kita bahas Face to Face ya?” istilah ini sering saya dengar ketika seseorang mengajak orng lain unutk mebahas sesuatu bertatap muka langsung artinya fisiknya berada di satu tempat yang sama, saya adalah salahsatu orang yang kalau memutuskan sesuatu atau bahas sesuatu harus Face to Face, berasa kurang afdol ketika membicarakan / memutuskan hal yang penting via Chat tau email, nggak tau kenapa padahal mungkin orang lain terbiasa dengan ini.

Sedikit trauma dengan bahasan/obrolan yang dialakukan via group Chat, saya fikir ketika saya koordinasi via Group tersebut semua anggota bisa membacanya atau mengetahuinya, ternyata TIDAK, karean gadgetnya bermasalah misalnya, sudah bisa ditebak hasilnya adalah yang bersangkutan tidak mendapatkan informasi yang sama dengan anggota lainnya.

Hasilnya adalah ada informasi yang tidak samapai, padahal info tersebut penting, merasa tidak di”colek” dan akhirnya “AKWARD” yang satu merasa sudah nyolek, dan yang satu merasa tidak dicolek. #akward jadinya.

Oleh karean itu FACE to FACE itu penting, setidaknya itu menurut saya, untuk memastikan segala sesuatunya BAIK.

bagaimana menurut anda ?