Santolo | 7 Juni 2015 , Turing munggahan bareng komunitas Suzuki Thunder Online ( Facebook ), kegiatan kali ini di komandani langsung oleh Mimin Bandung ( Om Irvian ) peserta terdiri dari 20 motor gabungan antar anggota Jakarta, dan Bandung, Garut

Foto2 om… mangga

Sunset

 

==================================================================

Review Om Aria Wirata | https://ariawirata.wordpress.com/2-days-garoet-santolo-cikuray/

Berawal dari postingan om irvi bahwa bakal ada turmung (turing munggahan) pada tanggal 6- 7 juni 2015,

mau ikut halan halan euy

saya memutuskan untuk ikut jalan bareng bersama teman teman dari grup Suzuki thunder, ini kali Kedua saya ikut jalan bareng bersama om irvi , rizaldi dan kawan kawan dari grup Suzuki thunder yang sebelumnya pada tahun lalu pernah riding bareng ke rancabuaya.  Kali ini sekitar 20motor yang ikut jalan ke pantai santolo. Start point berada di alfamart gedebage ( memang tempat ini biasa dijadikan sebagai titik kumpul)


Kumful di alpamart gedebage

Nyelvi dulu

tim dari Jakarta sudah datang terlebih dahulu karena memang berangkat dari jakartanya pun jumat malam, sekitar pukul delapan lebih (lebihnya banyak sih hahaha) kami semua berangkat menuju check point pertama yaitu tukang ubi cilembu sebelum tanjakan nagreg. Iring-iringan pun berjalan pelan dan terpecah barisannya karena padatnya kendaraan disekitar cibiru-cinunuk. Setelah sampai di checkpoint pertama, kami menunggu teman teman yang terpecah barisannya tadi karena padatnya kendaraan di cibiru-cinunuk. Oke lanjut berangkat menuju Garut, perjalanan kami pun terhambat kembali di sekitar leles garut (bukan hal aneh kalau di sekitar leles perjalanan menjadi tersendat karena banyaknya aktivitas warga leles). Akhirnya check point Kedua pun menjadi tempat istirahat kami sebelum masuk cikajang. Ya, checkpoint Kedua pun berada di bunderan sebelum masuk kota garut, persis samping pos polisi.

rest di kota garut

Disini kita menunggu om Achuz Ramzey yang trouble motornya karena dudukan lampu depan patah (sepertinya motornya terlalu bersemangat untuk kesantolo hihi) setelah ditangani oleh om yuga. Akhirnya motor om achuz bisa jalan kembali.  Pada saat check point Kedua, motor om ari arsalan terkena ranjau paku, alhamdulilahnya, paku belum sempet menancap ban dalemnya (alhamdulilah) disini dapat review bahwa ban corsa cukup tebal untuk bisa menembus bagian dalam.  Oke kita lanjut menuju cikajang . Cikajang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Garut,  Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Dahulu di kecamatan ini terdapat Stasiun Cikajang yang sudah tidak aktif semenjak Jalur kereta api Cibatu-Cikajang dinonaktifkan sekitar tahun 1980-an. Sampe cikajang kita pun istirahat di Rumah makan langganan Om Kus, saya makan hanya membayar 6rbu rupiah saja, cukup murah.

Mamam dulu

Setelah beres dari makan. Kami semua melanjutkan kembali perjalanan menuju pantai santolo. Ketika memasuki batu numpang, teman dari Jakarta terpeleset karena licinnya jalan di batu numpang, handle kopling patah tapi untungnya bisa teratasi dan kembali melanjutkan perjalanan.

ikutan trouble juga motor om ari demi kebersaman kata motornya hihi #piss


Diperbaiki dulu ama om achuz ramzey

oke mari kita lanjut lagi

Jalanan berliku-liku membuat andrenalin saya untuk melakukan manuver dalam menikung. Yak, cornering namanya. Lama tak cornering dan didukung hard suspensi yang menurut saya handling ditikungan tidak terlalu liar yang pada akhirnya saya memberanikan diri untuk cornering ria hahaha.


katanya sih belum miring

Awalnya saya masik agak ragu karena ground clereance motor saya yang tinggi, namun karena sudah niat untuk cornering akhirnya ya cornering juga. Di batu numpang saya masih ragu karena ketika ditikungan selalu mengerem sebelum tikungan yang membuat saya merasa motor akan jatuh, tapi ketika istirahat digunung gelap, om jems dan sohib saya rizaldi memberikan saran dalam melakukan cornering, lepas dari batunumpang akhirnya mencoba saran yang diberikan tadi. Benar saja. Sebelum tikungan menggunakan engine brake dan sedikit cornering, menggunakan ban standar irc tipe nr 65 tikungan dalam kecepatan 80km pun masih dalam kendali. Kejar kejaran bersama rizaldi untuk mengejar om irvi dan om jems pun terjadi hingga pada akhirnya saya kehilangan control, lepas tikungan tidak bisa mengendalikan motor, bablas hingga keluar jalur hahhaha. Beres dari adegan miring miring, akhirnya kami semua tiba dengan selamat di pantai santolo. Ini kali ketiga saya mengunjungi santolo, setelah datang di penginapan yang dituju. Setelah beres sholat. Saya bersama teman teman menuju pantai, yihiiiiiiiii let’s go.

anak anak Suzuki thunder sering menginap disini


biar ada bukti kalo main kepantai hihihi

si empunya hahaha


Melepas Lelah

Basah-basahan pun terjadi. Ada yang nyebur sendiri ada juga yang diceburin, ada yang sibuk foto sunset, ada juga yang update status biar kekinian hahha.

Sunset at Santolo


melepas lelah

siapakah gerangan?


ini kabut apa ngebul? haha

terlihat pengunungan dari pantai santolo

Matahari pun tenggelam. Sudah waktunya untuk saya, rizaldi kembali kecikajang untuk menginap di cikajang, Rumah om kus. Setelah beres beres. Om kus, saya, rizaldi dan om riski( om riski ikut bareng karena ada kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga harus kembali pulang ke bandung) pulang menuju cikajang. Ini kali Kedua saya bersama rizaldi jalan malam di gunung gelap. Dilengkapi dengan projie All New Vios Moded | HB4 CnLight Ballshape 35watt 4300K bulb | Hyluxtek K-Series 35watt membuat perjalanan kami terasa aman karena terang dan jelasnya pandangan didepan hingga membuat rizaldi disuruh paling depan untuk membuka jalan hahahaha.gerimis pun mengiringi kami selama perjalanan pulang dari gunung gelap hingga batu numpang. Sekedar review saja, menggunakan respire air ventech terkena gerimis yang menurut saya intensitas gerimis 30% membuat jaket basah tapi tidak sampe kedalam. Untuk tembus angin sudah jangan ditanya, saya pake jaket tanpa lapis dua pun masih hangat lhooo. Mantap buat Respiro. Lepas dari batu numpang om riski memohon pamit untuk melanjutkan kembali perjalanan ke bandung. Kami bertiga pun sampai dirumah om kus pada waktu 9 malam ( kalo gag salah). Setelah cuci muka dan makan malam. Dinginnya cuaca di cikajang yang lebih dingin dari Cimahi membuat saya untuk cepat tidur hehe.

Selamat datang Hari minggu……. hari itu sekitar pukul setengah enam saya bangun dan merasakan dinginnya air gunung. Rasanya seperti es batu. Tiris pisan euy. Beres makan pagi kami bertiga akan melakukan adventure ke kaki gunung cikuray. Cikuray I’m coming…..

Sekitaran rumah om kus

Kami berangkat disambut oleh gerimis kecil dan kabut yang berada dikebun teh sekitaran kaki gunung cikuray,


ready to adventure?

pilihan jalan yang ceritakan oleh om kus membuat rizaldi ingin melalui jalur mobil. Padahal saya ingin lewat jalan pintas hahahha. Melewati jalur mobil pun tidak kalah asiknya karena pemandangan alam yang luar biasa. Subhanallah, sungguh indahnya ciptaanmu ini. Setelah beres fofotoan dan menikmati indahnya pemandangan kebun teh cikajang. Checkpoint selanjutnya adalah tempat dimana kita terpaksa harus jalan kaki karena ekstrim jalan dan tidak didukungnya ban motor kami karena kondisi yang habis diguyur hujan membuat trek menjadi berbahaya. Kata berbahaya tidak berlaku bagi ojek gunung yang mengangkut pupuk sekitar 350kg dalam motornya, dengan motor yang dirubah sedimikian rupa, motor motor ojek gunung pun dengan santai nya melibas trek yang menurut kami bahaya.


Para Ojek gunung

Tidak hanya dikota, digunung pun macet karena ada yang tidak kuat naik, sehingga bergantian


ilmu nya harus dicoba buat diaplikasiin dimotor

Tanpa rem toh ternyata

Setelah berjalan sangat jauh menuju kaki gunung cikuray, akhirnya kami pun sampai ke lokasi yang dituju menikmati indahnya pemandangan, dan kicauan kicauan burung membuat saya untuk betah berlama lama disana. Sampai disaung. Ehh tak disangka sudah disiapkan ngaliwet (asli ngaliwet karna dadakan dan asli nyunda pisannnn) begitupun air minum, diambil langsung dari mata air gunung cikuray, rasanya pun ada manis manisnya mungkin karena kandungan mineralnya yang tinggi. Beres dari kaki gunung cikuray dan cek kebun, akhirnya turun gunung lah kami bertiga yang dilanjut menuju curug ucing, waktu pulang dari kaki gunung, saya mengusulkan kepada om kus untuk lewat jalan pintas yang pada waktu berangkat lewat jalur mobil. Ketika diiyakan memang jalurnya cepat untuk dilewati, saking semangatnya saya nyusruk hahaha.

Nyelvi dulu

Untungnya tidak kenapa kenapa motor saya dan masih bisa melanjutkan perjalanan. Tujuan kami selanjutnya adalah curug ucing. Sayang dan sangat disayangkan, air dari curug ucing ini debet airnya sangat kecil sekali sehingga menurut saya bisa dibilang “siga kucuran selokan”  mungkin curug ucing saya simpan untuk perjalanan lain kalinya. Beres halan halan dan pulanglah kami bertiga , setelah sampai. Kami bersiap siap untuk pulang ke bandung karena rizaldi pada hari seninnya harus berada dikota bogor. Setelah mengobrol mengobrol untuk rute manakah yang tercepat dan tidak terkena macet. Akhirnya  saya dan rizaldi memutuskan pulang lewat kamojang, turun ibun, lewat majalaya-banjaran-soreang-margaasih Cimahi, kota Cimahi-home. Entah terburu buru atau gimana, dari gapura pintu masuk mau ke kamojang(masih dibawah) sampe di atas (PLTU kamojang) hanya ditempuh dalam waktu satu jam saja, berlama lama dikamojang pun tidak baik karena kondisi disana yang kurang aman menurut kami berdua. Akhirnya magrib sampe di kamojang. Secepatnya untuk segera turun. Entah kenapa ketika melewati jalur belakang (garut-kamojang-ibun-majalaya-banjaran-soreang) seperti yang tidak jalan jauh, kan kalo melewati jalur biasa seperti nagreg berasa dari perjalanan yang sangat jauh, tapi kalo lewat jalur belakang serasa maen di bandung bandung keneh hahaha. Pepatah “Selalu ada alasan untuk garut” memang benar adanya, ini kali ke 6 saya bermain ke wilayah garut hihihi. Terimakasih teman teman dari Suzuki thunder, trims om irvi, om yuga, om kus, om riski, om ari, om jems, om bena, om dirga, om achuz, dan teman teman yang belum saya sebut, segera komen ya hahaha.

om Achuz bergaya


motornya mejeng


motornya acleng aclengan jadi nyusruk ke kebun

sampai juga


satu sentuhan dengan awan

istirahat dulu


Latihan dulu

ini yang ditunggu tunggu

jalan yang licin namun bukan menjadi kendala bagi tukang ojek gunung


wajib pake apboots

prepare pulang


Kamojang bro

tanjakan monteng

sedikit review dari perjalanan ke Kaki gunung cikuray :

 

#bersamatakharussama

#ridenshare