Baca koran PR hari ini |25Mei| jadi inget petani di @Infogiriawas kec @Scikajang , waktosna panen hargana anjlok #Savepetani

View on Path

CIKAJANG | 25 Mei 2015 | Membaca koran PR hari ini, jol jorojoy nineung ka lembur, ras inget ka kolot kuring anu nuju tatanen, Bagimana tidak, salah satu artikel koran PR tanggal 25 Mei 2015 ini menulis terkait GAGAL PANEN dan HARGA TOMAT ANJLOK.

Ada beberpa hal yang selalu menjadi unek-uneuk simkuring, Petani itu pas nanam Modal nya pasti X Rupiah, tapi pas panen? mmhhhh berdebar-debar karena harga jual belum tentu sesuai dengan keinginan.

Contoh  perhitungan petani wortel di Desa Giriawas dengan luas lahan 1 Patok ( 1 Liter )

RAB

– Sewa lahan | Anggap saja lahan sendiri jadi nilai Rp 0,-

– Pengolahan Tanah @Rp 150.000 / Patok = Rp 150.000

– Pupuk 5 Karung @ Rp 21.500 = Rp 107.500

– Pegawai untuk Ngaramas 2 x oleh 2 orang selama 3 hari @Rp 17.000 / Hari / Orang x 2 x 3 x 2 = Rp 204.000

– Pupuk Umbi Rp 150.000

Total RAB unutk 1 Patok lahan dan 1 liter bibit adalah Rp. 611.500

————————————————————–

Rata-rata panen dari 1 Patok lahan ad;lah 600 – 800 Kg

Ok kita ambil hasil tertinggi adalah 800 Kg dan harga per kilo dipasaran adalah Rp 1500 ( harga tanggal 25 Mei 2015 ) maka hasil panen kotor petani adalah Rp 1.200.000 dikurangi ongkos angkut Rp 300,- /Kg dan ongkos panen Rp 50,- / Kg,  = Rp 280.000, Maka Hasil panen sebelum dikurangi modal adalh Rp 920.000

Total untung bersih adalah Rp 308.500 ( 50% dari Modal ) atau 16% keuntungan setiap bulannya ( masa tanam 3 bulan )

Bayangkan kalau harga jual hanya Rp 700 rupiah seperti harga jual wortel tanggal 10 Mei 2015, beuh watir pisan

Hatur nuhun

Cag