iket5

Iket Sunda merupakan salah satu kelengkapan busana daerah Sunda yang digunakan pria sebagai penutup kepala. Iket Sunda dibuat dari kain batik yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi model-model yang khas sebagai tutup kepala daerah Sunda. Pada umumnya dipakai oleh masyarakat umum yang disebut cacah atau somah. Model-model iket Sunda memiliki nama yang diasosiasikan dengan alam lingkungan masyarakat Sunda seperti Barangbang Semplak atau Mantokan, Parékos atau Paros yang terdiri dari Parékos Nangka atau Kebo Modol, Parékos Jéngkol, Lohen atau Paltén, Tutup Liwet atau Duk Liwet. Selain itu dikenal pula nama Porténg dan Kolé Nyangsang.iket3
Penelitian akan mengemukakan kembali desain iket Sunda yang pernah ada, sistem kehidupan masyarakat Sunda pada masa lalu dan mendata iket Sunda sebagai kekayaan budaya Sunda. Selain itu mengetahui sejauhmana fungsi sosial iket Sunda bagi masyarakat pendukungnya, meningkatkan apresiasi dan pemahaman umum terhadap desain iket Sunda, juga mencari alternatif usaha-usaha pelestarian iket Sunda.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kebudayaan dengan pendekatan kualitatif dan berdasarkan analisis deskriptif. Penelitian mengenai iket Sunda ini berkaitan erat dengan sejarah iket Sunda, estetika pada iket Sunda, perkembangan kebudayaan serta prilaku masyarakat pemakainya yang mempengaruhi perkembangan iket Sunda dari masa ke masa. iket6Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan teori transformasi budaya dan pergeseran sistem nilai, dengan pertimbangan bahwa iket Sunda dalam pemakaiannya telah terjadi perubahan dalam berbagai segi.
Penelitian ini menemukan bahwa iket Sunda masih digunakan sebagai pelengkap busana sehari-hari pada sebagian kecil masyarakat Sunda khususnya Bandung dan Sumedang. Namun pada umumnya iket Sunda digunakan sebagai pelengkap busana adat, busana tari dan busana pertunjukkan rakyat. Model-model iket Sunda kini sudah hampir tidak dikenal masyarakat Sunda. Walaupun demikian model-model yang masih dipakai dan dikenal sudah mengalami perubahan baik bentuk, penggunaan kain, ukuran kain, ragam hias, warna, cara pakai, kesempatan pemakaian, terlebih fungsinya yang semula sebagai pelengkap busana yang menunjukkan identitas pemakai serta memenuhi nilai tatakrama kini sebagai penanda yang menunjukkan etnik Sunda bagi pemakainya.

Sumber : http://www.fsrd.itb.ac.id